Hari Pertama PSBB Gresik, Bupati Sambari Langsung Sidak Check Point

Hari Pertama PSBB Gresik, Bupati Sambari Langsung Sidak Check Point
Peristiwa Daerah
Bupati Gresik Sambari Halim Radianto bersama Kapolres AKBP Kusworo dan Dandim 0817 Letkol Inf Budi Handoko serta sejumlah pejabat meninjau Check Point di Perbatasan Gresik - Surabaya

GRESIK - Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, resmi diberlakukan, Selasa (28/4/2020). Bupati Gresik bersama sejumlah pejabat forkopimda langsung sidak tempat pemeriksaan check point.

Hal itu dilakukan untuk memastikan bahwa kesiapan petugas gabungan dari unsur TNI, Polri, BPBD dan Satpol PP serta Petugas Kesehatan dan Muspika dalam pelaksanaan PSBB.

Sebanyak 17 check poin yang disiapkan di beberapa titik. Salah satunya di Exit Tol Kebomas, Exit Tol Manyar dan sejumlah wilayah perbatasan. Baik Gresik - Surabaya maupun perbatasan Gresik - Lamongan.

Setiap pengendara yang melintas tidak boleh terlewatkan. Semua harus dicek suhu tubuhnya dengan thermo gun, kendaraannya disemprot cairan disinfektan. Juga, hand sanitizer serta alat cuci tangan.

Selama tiga hari kedepan, petugas akan mengedepankan sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat. Namun, per 1 Mei hingga seterusnya penindakan akan dilakukan.

"Pastikan semua perlengkapan sudah tersedia dan sesuai protokol penanganan Covid-19. Siapkan masker untuk dibagikan kepada pengendara yang tidak pakai masker," kata Bupati Gresik Sambari Halim Radianto.

Pelaksanaan PSBB di Kota Pudak diputuskan berdasarkan peraturan bupati (Perbup) Nomor 12 tahun 2020 tentang pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Gresik.

Bupati Sambari juga meminta kepada petugas di lapangan agar memiliki rasa tanggung jawab dan mengedepankan prinsip kemanusiaan. Petugas harus bersikap humanis kepada masyarakat yang melewati check point.

"Masyarakat kami minta disiplin agar terjalin rasa aman selama pelaksanaan PSBB agar berjalan sesuai protokol penanganan Covid-19. Semoga pandemi ini segera berakhir dan masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala," ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo menyebutkan, setiap pos check point dijaga sebanyak 15 sampai 20 personil gabungan. Ditambah anggota Brimob dari Polda Jatim.

"Kalau kondisi krodit, selain kendaraan yang plat W, L dan S wajib diperiksa. Tapi kalau lenggang semua wajib diperiksa dan dicek," imbuh Kusworo didampingi Letkol Inf Budi Handoko.

Selain itu, ada penerapan jam malam. Masyarakat tidak boleh berakrivitas diatas pukul 21.00 WIB sampai 04.00 WIB. Bagi warga yang kerja malam harus menunjukkan bukti bahwa dirinya masuk sif malam.

"BPBD sudah siap mendistribusikan logistik ke masing-masing dapur umum untuk membantu kebutuhan masyarakat saat sahur maupun buka puasa," pungkas alumnus Akpol 2000 itu. (Adv)


Kontributor : Syaifuddin Anam
Editor : Imam Hairon
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar