Sindikat Penggelapan Mobil Rental di Trenggalek Berhasil Diamankan

Sindikat Penggelapan Mobil Rental di Trenggalek Berhasil Diamankan
Peristiwa Daerah
Caption : Kapolres Trenggalek saat menggelar konferensi pers

TRENGGALEK - Sindikat penipuan dan penggelapan mobil rental berhasil di ungkap jajaran Polres Trenggalek, mereka beraksi secara berantai di sejumlah persewaan mobil sehingga banyak menimbulkan korban.

Dengan membongkar sindikat tersebut petugas berhasil mengamankan empat pelaku dan 10 unit kendaraan berbagai jenis sebagai barang bukti.

"Benar, Tim Satreskrim Polres Trenggalek telah mengungkap tindak kejahatan penipuan dan penggelapan mobil rental," kata Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, Kamis (14/5/2020).

Lanjut AKBP Calvijn, sindikat penipuan dan penggelapan mobil rental ini beraksi di 17 lokasi di wilayah Trenggalek. Dari ungkap kasus ini petugas telah berhasil mengamankan empat tersangka dan sedikitnya 10 mobil berbagai jenis serta BPKB dan surat pernyataan sebagai barang bukti.

"Dalam kasus tersebut, ada 4 tersangka yang telah diamankan yakni AGD, EK, JT dan SUR. Sedangkan enam tersangka lain masih dalam pengejaran," ungkapnya.

Dijelaskan AKBP Jean Calvijn, dari hasil interogasi dan pemeriksaan tersangka, terdapat 17 kendaraan yang telah digelapkan oleh tersangka. 10 kendaraan telah diamankan dan tujuh sisanya masih didalami oleh tim di lapangan untuk dicari keberadaannya.

Dari pengakuan tersangka, modus ini telah berjalan 6-7 bulan dengan keuntungan mencapai Rp. 500 - 600 juta yang digunakan tersangka AGD untuk membayar hutang. Namun saat ini petugas masih terus mendalami kasus tersebut.

"Jadi tersangka AGD ini merupakan otak dari sindikat tersebut, dengan memiliki empat orang anggota," terang AKBP Calvijn.

Masih menurut AKBP Calvijn, dalam aksinya, AGD berperan mencari mereka yang memiliki kendaraan dan akan di sewa dengan harga yang bervariasi antara Rp. 200 ribu sampai Rp. 500 ribu perhari.

Pembayaran akan dilakukan dengan tempo harian atau bulanan. Setelah mobil diserahkan kepada pelaku, ternyata selama tiga bulan usai mobil diserahkan pelaku tidak juga membawar sewa kendaraan.

Sehingga korban meminta kepada pelaku untuk mengembalikan mobilnya, namun usaha korban sia-sia. Karena AGD selalu berkilah dengan berbagai alasan, hingga korban melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.

"Ternyata belakangan diketahui bahwa mobil tersebut digadaikan dibeberapa tempat mulai dari Tulungagung hingga Blitar," imbuhnya.

Ditambahkan AKBP Jean Calvijn, untuk saat ini sudah ada tiga korban yang sudah melapor. Dengan total tersangka yang masih buron dari anggota AGD ada 3 orang. Sedangkan dari tersangka penerima SUR ada 3 orang. 

"Tersangka ini akan di kenakan pasal penipuan penggelapan dan kita tambah pasal 480 KUHP," pungkasnya.


Kontributor : Rudi Yuni
Editor : Aji Susanto
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar